Oleh: desaakhirat | 29/04/2013

HIDAYAH DARI ALLOH

Assalamu alaikum Wr Wb

HIDAYAH berasal dari kata AL HADIY yang berarti PETUNJUK JALAN.
HIDAYAH ALLOH berarti: petunjuk jalan yang Alloh anugerahkan kepada hamba yang dikehendaki.

HIDAYAH ini secara garis besar ada beberapa macam:

1.Hidayah Aqli :
kemampuan untuk berfikir

2.Hidayah Hawas Wal Masyair:
Kemampuan indrawi,misal :merasakan
Manis,asin,panas dll

3.Hidayah Wijdan:
Bersifat bawaan dari lahir, naluriah,misal: menangis,tertawa

4.Hidayah Ad din(agama):
Petunjuk agama

Disini ,karena kita membahas masalah Agama, maka kita hanya akan membahas HIDAYAH AGAMA/ HIDAYAH ADDIN saja.

Hidayah Agama ini dibagi menjadi 2:

1.Hidayah Dalalah/Dilalah
2.Hidayah Taufiq

HIDAYAH DALALAH adalah:

Petunjuk agama yang termaktup dalam kitab Alquran dan Hadis.
Agar tidak tersesat, maka kita belajar/ngaji Alquran dan Hadis.
Setiap orang bisa mendapatkan hidayah dalalah ini dengan cara belajar .
Dengan belajar/ngaji ,maka kita menjadi pandai dan ahli masalah hukum-hukum Agama . Kita menjadi ahli ilmu atau ULAMA. Kita menjadi Kyai, Ustadz, Guru agama .

HIDAYAH TAUFIQ adalah:

Anugrah Alloh pada manusia untuk mengamalkan dengan sungguh-sungguh apa-apa yang diketahuinya didalam Alquran dan Hadis.
Hidayah Taufiq ini tidak diberikan pada setiap orang. Hanya orang-orang yang dikehendaki oleh Alloh saja yang memperoleh Hidayah Taufiq ini.

Jadi, Hidayah Taufiq ini hak Prerogatif Alloh. Terserah Alloh mau memberikan pada siapa.

Gampang nya:

Kalau kita ngaji Alquran dan Hadis, maka didalamnya ada perintah untuk menjalankan Sholat, zakat, puasa dll itu adalah Hidayah Dalalah.

Kalau kemudian kita mengamalkan/mengerjakan Sholat ,zakat, puasa tersebut sesuai dengan Alquran dan Hadis, itu berarti Hidayah Taufiq .

Jadi, Hidayah Taufiq adalah Hidayah Dalalah yang kita amalkan dalam ibadah kita sehari-hari.

Di dunia ini ,banyak sekali terdapat orang-orang pintar agama. Banyak yang hafal Alquran, hatam beberapa Hadis besar seperti Bukhori, Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah, Nasai dan Abu Dawud , yang dikenal luas diseluruh dunia sebagai KITABUSSITAH.
Mereka itu berarti mendapatkan Hidayah Dalalah/Dilalah.

Tapi tidak semua orang yang pandai ilmu agama seperti mereka mendapatkan Hidayah Taufiq.
Karena ternyata banyak pula orang-orang yang hanya pandai ilmu, pandai nasehat, pandai mengajar, ceramah kemana-mana, tapi dia sendiri KOSONG atau NOL BESAR !

Mereka menyuruh orang untuk sholat 5 waktu, tapi mereka sendiri sering lalai sholatnya.
Mereka menyuruh orang puasa, tapi mereka sendiri tidak puasa.
Mereka menyuruh banyak dhikir, tapi mereka sendiri malas dhikir.
Mereka melarang orang berpacaran,tapi mereka malah selingkuh dengan istri orang. Mereka main pegang-pegang perempuan yang bukan muhrimnya.
Mereka bersalaman, menepuk wanita yang bukan muhrim.mereka berdua-duaan ,nyepi, berpacaran dengan muridnya,dengan santrinya, bahkan ada yang sampai mencabuli murid-muridnya.

Mereka sudah tahu bahwa ceramah itu balasannya bukan dibayar uang tapi Surga, tapi mereka malah ada yang memasang tarif untuk sekali ceramah sekian, untuk jadi imam khotib jumat sekian !
Bahkan banyak yang terang-terangan menjadikan ceramah/dakwah sebagai ajang untuk mencari uang.
Mereka tidak bekerja apa-apa, hanya ceramah dan dakwah untuk mencukupi segala kebutuhan keluarganya.

Dari dakwah dan ceramah lah mereka bisa membeli motor besar yang mahal,mobil mahal dan rumah mewah serta tanah berhektar-hektar.

Padahal mereka sendiri tahu, bahwa Rosululloh SAW dan para Sahabat Nabi serta para Ulama jaman dahulu tidak pernah memperoleh Harta melimpah dari Agama. Justru mereka bekerja sendiri dan hasilnya digunakan untuk membiayai perjuangan mereka dalam dakwah dan ceramah kemana-mana !

Marilah kita renungkan sabda Rosululloh SAW di Hadis Tirmidhi tentang rusaknya jaman ahir:

“Fainnahu sayajiu aq’wamun yaq’rounal qur-ana yas-aluna bihinnas”

Artinya:
“Sesungguhnya nanti akan datang suatu kaum/golongan yang membaca (menggunakan ayat)Alquran
kemudian meminta upah pada manusia”

Ini termasuk pula menggunakan ayat-ayat Alquran untuk ceramah dan berdakwah tapi kemudian meminta upah, memasang tarif dll.

Juga supaya kita berhati-hati dengan sabda Rosululloh SAW di Hadis Ibnu Majah:

“Man ta-allama ilman mimma yub’tagho bihi waj’hullohi la yata-allamuhu illa liyusiba bihi arodon minad dun-ya lam yajid’ arfal jannati yaumal qiyamah ya’ni rikhaha”

Artinya:
“Barang siapa belajar ilmu untuk mencari harta dunia, maka dihari kiyamat dia tidak akan menjumpai baunya Surga”

Padahal baunya Surga di Hadis Baihaqi itu bisa tercium dari jarak 500 tahun perjalanan !

Maka janganlah sekali-kali kita belajar ilmu agama ataupun berdakwah,ceramah dengan niat mencari harta dunia. Agar bisa terkenal dan kaya raya !

Selanjutnya Marilah kita perhatikan firman Alloh dibawah ini:

1.Disurat Albaqoroh: 44

“Ata’murunannasa bil birri watansauna anfusakum wa-antum tat lunal kitab.afala ta’kilun”

Artinya:
“Apakah kamu perintah-perintah pada kebaikan terhadap manusia, tapi kamu sendiri lupa? Apa tidak berfikir kamu?”

2.Di surat As sof:3

“Ya ayyuhalladhina amanu lima takuluna ma lataf-alun”

Artinya:
“Wahai orang iman, kenapa kamu bisa bicara tapi tidak bisa mengamalkan?”

3.Di surat As Sof :3

“Kaburo maq’tan indalloh antaqulu ma la taf-alun”

Artinya:
“Besar siksanya bagi orang yang bisa bicara tapi tidak bisa mengerjakan”

Kalau Alloh sudah mengeluarkan ayat-ayat diatas,berarti telah terjadi pada banyak orang-orang iman yang berilmu/ulama tapi tiadak bisa mengamalkan ilmu yang mereka punyai dan ajarkan.

Inilah buktinya bahwa Hidayah Taufiq ini tidak diberikan pada setiap orang pintar agama saja, tapi benar-benar hanya diberikan pada orang yang dipilih oleh Alloh saja.

Jangankan kita, Nabi Muhamad saja tidak bisa memberikan Hidayah Taufiq pada paman nya sendiri, yaitu Abi Tolib.
Sampai-sampai Nabi dengan menangis,terus merayu agar pamannya mau masuk islam.
“Ya paman, ucapkan kalimat syahadat, maka aku jamin engkau akan masuk Surga ”

Tapi sang Paman tetap tidak mengucapkan nya.
Sampai-sampai Alloh menegur Nabi Muhamad :
“Innaka la tahdi man akhbabka”

“Kamu(muhamad) tidak akan bisa memberi petunjuk/hidayah pada orang yang kamu cintai sekalipun”

Lebih lengkapnya, Alloh berfirman di Surat Alqoshos:56

4.”Sesungguhnya kamu tidak bisa memberi petunjuk pada orang yang kamu cintai. Tetapi Alloh memberi petunjuk pada orang yang dikehendaki dan Alloh mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”

5.Alloh berfirman di surat Al arof:186

“Mayyud lilillahu fala hadiya lahu”

Artinya:
“Barang siapa disesatkan Alloh,maka tidak ada yang bisa menunjukkan pada dia”

6.Alloh berfirman di Surat Annisa:143

“Wamayyud lilillahu falan tajida lahu sabila”

Artinya:
“Barang siapa yang disesatkan oleh Alloh, maka dia tidak akan bisa mendapatkan jalan(hidayah)”

Maka bersukurlah kita yang telah mendapatkan anugrah dari Alloh berupa hidayah Taufiq ini, karena sebelum kita mendapatkan hidayah ini, kita ada ditepi jurang neraka, sebagaimana firman Alloh:

7.Wakuntum ala safa khufrotim minannari fa-an qodhakum minha”

Artinya:
“Dahulu kalian ada dipinggirnya jurang neraka, lalu Alloh menyelamatkan kalian dari jurang( dengan memberi hidayah)”

Kita sukuri kita bisa mengaji Alquran dan Hadis, kita sukuri bisa semangat mengikuti acara pengajian Alquran dan Hadis.

Kita sukuri bisa tertib mendatangi pengajian dua kali atau tiga kali seminggu sehingga semakin banyak ilmu yang bisa kita miliki.

Lalu kita sukuri pula kita bisa mengamalkan semua ilmu yang telah kita dapatkan dari Alquran dan Hadis.

Kita sukuri kita bisa mengerjakan sholat malam, doa malam, hobi membaca Alquran, hobi mendengarkan nasihat agama, rutin sholat tasbih, sholat duha, sholat sunnah lainnya.

Juga kita sukuri bahwa selama ini kita bisa banyak berdhikir, banyak sodaqoh, banyak infak, banyak ber amar maruf pada teman,saudara dan handai taulan .

Kita sukuri pula bahwa selama ini kita tidak menjadikah ilmu agama kita, ceramah kita, nasihat kita, mengajar Alquran kita, amar maruf kita untuk mencari uang atau kekayaan dunia.
Tapi justru kita menggunakan uang kita yang kita peroleh dari bekerja selain dakwah untuk mensupport kelancaran dakwah kita.

Cara kita bersukur adalah dengan menjaga Hidayah ini agar selalu didalam kita. Kita gigit dengan gigi geraham ,sehingga tidak lepas. Kita ikat erat-erat dengan 4 tali agar iman atau hidayah ini tidak lepas.

Empat tali ini adalah:

1.Banyak bersukur
2.Mengagungkan Hidayah Alloh
3.Mempersungguh dalam mengaji dan mengamalkan Alquran dan Hadis

4.Banyak berdoa pada Alloh

Insaalloh, kalau kita mengikat hidayah Alloh ini dengan 4 tali diatas, Hidayah ini tidak akan terlepas dari kita.

Masalahnya adalah:
Hidayah adalah Surga
Tidak dapat Hidayah berarti Neraka

Di sebuah hadis, Rosululloh SAW bersabda:

“Tanda-tandanya orang mendapAt Hidayah (diqodar masuk Surga)adalah:
Dia mempersungguh betul dalam mencari ilmu dan mengamalkan nya dengan sungguh-sungguh”

Sekarang bagaimana dengan kita???
Termasuk mendapat Hidayah kah kita???

Insaalloh cukup sekian
Kurang lebihnya mohon maaf
Alhamdulillah jazakumullohu khoiro
Wassalamu alaikum Wr Wb

Ustadz Muslim Alfarizi

Konsultasi Alquran dan Hadis
Sms 087875806619
Insaalloh dibalas(mohon antri)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: