Oleh: desaakhirat | 06/05/2013

AMAR MARUF NAHI MUNKAR/DAKWAH

Assalamu alaikum Wr Wb

Para jamaah sekalian yang dimulyakan Alloh……………………

AMAR MARUF NAHI MUNGKAR adalah salah satu kewajiban bagi setiap orang islam yang tidak bisa tidak, harus dikerjakan, karena merupakan perintah Alloh dan Rosul Nya.

Yang pertama tentu saja kepada diri kita sendiri ,kemudian pada anggota keluarga kita. Kepada istri dan anak-anak, kepada orang tua kita, kepada saudara, kepada paman, keponakan kita.

Ini sesuai dengan firman Alloh di surat At tahrim:6

“Wahai orang-orang iman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api Neraka….”

Kita koreksi diri kita.
Apakah sholat kita sudah tertib dan benar.
Apakah kita sering membaca Alquran
Apakah kita selalu dhikir pada Alloh
Apakah kita tertib dan rajin mengikuti pengajian Alquran dan Hadis?

Baru kemudian istri dan anak-anak kita ajak dan bimbing untuk mengaji Alquran dan Hadis lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Apakah sholat mereka sudah benar dan tertib, apakah mereka rajin belajar membaca Alquran, apakah mereka rajin berdhikir kepada Alloh….dst…..

Di sini, tentu saja kita jangan merasa sayang untuk membelikan mereka alat-alat fasilitas untuk belajar agama, seperti membelikan Alquran,kitab-kitab Hadis, dll,meskipun cukup menguras keuangan kita. Tentu saja bisa dibelikan secara bertahap.

Yang kedua, kita juga ber amar maruf kepada saudara-saudara dan kerabat lainnya.

Yang ketiga, kita berusaha beramar maruf pada siapa saja yang kita kenal dengan cara yang lemah lembut,sopan santun,papan empan adepan, mengetahui waktu,situasi dan kondisi yang tepat.

KENAPA KITA HARUS AMAR MARUF?
KARENA:
AMAR MARUF ADALAH PERINTAH ALLOH DAN ROSUL.
Kalau kita taat berarti pahala.
Kalau kita tidak taat berarti dosa.

Nah, pilih manakah kita, pahala atau dosa???

Mari kita perhatikan dalil-dalil dibawah ini:

1.Sabda Rosululloh SAW di Hadis Muslim:

“Barang siapa diantara kamu melihat kemungkaran,maka hendaklah dia merubah dengan tangannya,jika dia tidak mampu,hendaknya dia merubah(mengingatkan) dengan lisannya, jika dia tidak mampu hendaknya dia merubah dengan hatinya.dan itu adalah selemah-lemahnya iman”

2.Firman Alloh di surat Ali Imron :104

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan,menyuruh kepada perbuatan baik dan mencegah kemungkaran. Merekalah orang-orang yang beruntung”

Maksudnya beruntung adalah kelak akan masuk Surga, gara-gara dia amar maruf nahi mungkar.

3.Firman Alloh di surat Luqman:17

“Dan suruhlah (manusia) mengerjakan perbuatan yang baik dan cegahlah mereka dari kemungkaran,serta bersabarlah terhadap segala yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan”

4.Sabda Rosululloh SAW di Hadis Abu Dawud:

“Tidaklah ada dari satu kaum yang berbuat maksiat dan diantara mereka ada yang mampu untuk melawannya(mengingatkan dan menghentikan),tapi dia tidak berbuat itu,melainkan hampir saja Alloh meratakan mereka dengan azab dari sisinya”

5.Sabda Rosululloh SAW di Hadis Thabrani:

“Hendaklah kamu ber amar maruf nahi mungkar,atau Alloh akan memberi kekuasaan pada orang jahat atas dirimu,dan kemudian orang-orang baik diantara kamu berdoa tapi tidak dikabulkan doa mereka itu”

6.Firman Alloh dalam surat At Taubah:71

“Dan orang-orang yang beriman lelaki maupun perempuan,setengahnya menjadi penolong pada setengah yang lain. Mereka mengajak kepada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran dan mereka mendirikan sholat dan mendatangkan zakat,serta taat kepada Alloh dan Rosul Nya. Mereka itu akan diberi rahmad oleh Alloh….”

7.Firman Alloh di surat Ali Imron:114

“Mereka beriman kepada Alloh dan hari kiamat, dan mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dan mereka mengerjakan kebaikan. Mereka adalah golongan orang-orang yang Sholeh”

8.Firman Alloh di surat An Nahl:125

“Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”

9.Sabda Rosululloh SAW di Hadis Thabrani:

“Wahai manusia ,perintahlah kepada kebaikan dan cegahlah kemungkaran sebelum kamu berdoa kepada Alloh dan tidak dikabulkan,serta sebelum kamu memohon ampunan kepada Alloh dan tidak diampuni. Bahwa amar maruf tidak mendekatkan pada ajal…..”

10.Sabda Rosululloh SAW di Hadis Tirmidhi:

“Bukan dari golonganku: orang yang tidak mengasihi dan menyayangi yang muda, tidak menghormati yang lebih tua,dan tidak ber amar maruf nahi mungkar”

PRAKTEK AMAR MARUF YANG PALING AKTUAL UNTUK DIKERJAKAN ADALAH:

Kita mengajak-ajak,menasehati keluarga kita,teman-teman kita, handai taulan kita atau siapa saja untuk berbuat baik,mengerjakan kebaikan dalam bidang agama,seperti mengajak mereka ikut berangkat ngaji, mengajak mereka ikut sholat berjamaah di masjid.

Kalau misalnya ada teman yang tidak pernah sholat,maka Kita berusaha menasehati dia tentang wajibnya sholat dan pahala bagi orang yang mengerjakannya.

Kalau ada teman yang tidak pernah ngaji, maka kita berusaha menasehati dan mengajaknya ikut mengaji, sambil kita tunjukkan besarnya pahala orang yang mencari ilmu.

kita juga tidak usah segan atau sungkan untuk mengajarkan ilmu baca Alquran kepada para anggauta keluarga, para tetangga ataupun teman-teman kita.

Disela-sela kita mengajar baca Alquran, kita sisipi dengan nasihat-nasihat mengenahi apa itu Surga dan apa itu Neraka.
Juga tentang siapa yang akan masuk ke Surga dan siapa yang akan kelak masuk Neraka.

Sebenarnya amar maruf itu tidak perlu menunggu sampai kita ahli ilmu Agama dulu.
Apa saja yang kita bisa ,kita berkewajiban untuk menyampaikan, sebagaimana sabda Rosululloh SAW:

“Ballighu anni walau ayah”

Artinya:
“Sampaikanlah apa saja dari ku,meskipun hanya satu ayat”

Jadi mulailah amar maruf SEKARANG JUGA. Kalau kita bisa sedikit membaca Alquran, maka ajak siapa saja yang tidak bisa baca Alquran untuk belajar pada kita.

Kita bisa sedikit nasihat, maka menasihatilah siapa saja yang sekiranya membutuhkan nasihat.

Apalagi kalau kita memang punya banyak ilmu agama, maka jangan menunggu-nunggu untuk ikut andil dalam syiar agama yang hak ini.

Karena, kita tahu betapa besarnya pahala dari amar maruf ini.
Mari kita perhatikan sabda Rosululloh SAW di Hadis Ibnu Majah:

“Man allamal ilman falahu ajru man amila bihi layanqusu min aj’ril- amil”

Artinya:
“Barang siapa yang mengajar ilmu,maka dia mendapatkan pahalanya orang yang mengamalkan ilmu tersebut tanpa mengurangi pahalanya orang yang mengamal tersebut”

Betapa hebatnya. Inilah MULTI MARKETING AKHIRAT . Bayangkan andai kita mengajak 3 orang untuk sholat dan ngaji misalnya, maka setiap dia sholat dan ngaji, maka kita ikut mendapatkan pahalanya ,tanpa mengurangi pahala untuk mereka sendiri.

Lalu bagaimana kalau kita punya ‘anak didik’ sejumlah 5 orang atau 10 orang???
Alangkah tingginya derajat Surga kita di Akhirat kelak !

Lalu bandingkan kalau kita hanya beramal sendiri, tanpa punya ‘anak didik’ .
Pasti lebih sedikit jumlah pahala kita, dan tentu saja derajat kita di Surga kalah jauh dengan orang yang getol beramar maruf.

Maka, tunggu apalagi???
Mulailah beramar maruf sekarang juga.

Tentu saja, amar maruf itu harus dengan cara yang sopan santun,lemah lembut,mengerti situasi dan kondisi.

Jangan sampai kita beramar maruf dengan emosi atau kata-kata yang kasar, karena akan susah berhasilnya, bahkan bisa-bisa malah mengakibatkan perselisihan dan pertengkaran yang tidak ada gunanya.

Mari kita perhatikan firman Alloh dibawah ini, yang menyiratkan bahwa amar maruf itu hendaknya dilakukan dengan sabar,santun dan halus:

11.Firman Alloh di Surat Thoha:4

“Maka berbicaralah(amar maruf lah) kamu kepadanya (Firaun cs) dengan kata-kata yang lemah lembut. Mudah-mudahan dia ingat atau takut”

12.Firman Alloh di surat Al Ashr:2-3

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar rugi,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal baik ,dan nasihat menasihati dengan kebenaran dan nasihat menasihati dengan KESABARAN”

Yang kedua:
Kita juga sebisa mungkin menata perbuatan dan amalan kita sesuai dengan apa-apa yang kita nasihatkan pada orang lain, sehingga orang yang kita nasihati akan respec kepada kita, karena kita konsekwen dg yang kita nasihatkan.
Misalnya :kita mengajak orang untuk banyak dhikir tapi kita sendiri tidak pernah dhikir,maka orang tidak akan percaya dan mengikuti kita.

Kita nyuruh sholat, tapi kita sendiri tidak sholat. Maka apakah orang tersebut akan mau?

Disamping itu ,kita akan terkena azab yang pedih,sebagaimana firman Alloh di surat As Sof:3

“Kaburo maqtan indalloh antaqulu mala taf-alun”

Artinya:
“Besar siksanya,orang yang bisa bicara tapi dia sendiri tidak mengerjakan”

KETIGA:
Kita niati Amar Maruf ini adalah Proyek Masa depan, proyek untuk tabungan Akhirat, proyek untuk mendapatkan Surga.
Jadi tidak ada unsur MENCARI DUNIA,MENCARI POPULER,MENCARI HARTA dan KEDUDUKAN atau NAMA BAIK ataupun TEBAR PESONA.sama sekali tidak.

Adalah masih bisa ditoleransi,andaikan kita diberi ongkos ganti bensin atau transport setelah kita ceramah di suatu tempat.
Tapi menjadi tidak etis dimata Alloh,kalau ternyata ongkos transport tadi berlipat-lipat jumlahnya dari ongkos yg sebenarnya.

Misalkan kita dari Bekasi Naik mobil pribadi diundang ceramah di Jakarta.
Sepulang ceramah kita di amplopi uang senilai 2 juta rupiah.
Padahal biaya ongkos kita dari Bekasi-Jakarta PP hanya paling banyak 150.000 saja.
Maka kalau kita benar-benar karena Alloh, semata-mata ceramah untuk Surga Alloh,maka kita harus berani membuka Amplop disana ,dan hanya mengambil 150.000 saja sedang sisanya dikembalikan seraya berucap dengan sopan:
“Maaf, kami ambil 150.000 ini saja untuk ongkos, sisanya tolong di infaq kan…..”

Insaalloh, kalau semua bisa mempraktekkan sifat amar maruf yang seratus persen karena Alloh seperti diatas, maka Agama islam Alquran dan Hadis ini akan berkembang lebih pesat dan indah.
Dan kekuatiran Rosululloh SAW di Hadis Tirmidhi tentang datangnya suatu kaum ahli neraka di ahir jaman bisa diminimalisir:

“Fainnahu sayajiu aqwamun yaq’rounal qur-ana yas aluna bihinnas”

Artinya:
“Sesungguhnya akan datang kaum yang membaca ayat-ayat Alquran kemudian meminta upah kepada manusia”

Termasuk disini adalah orang-orang yang berceramah dengan menggunakan ayat-ayat Alquran sebagai dalil.

Kalau kemudia ada yang membantah:
“Aku kan tidak minta, tapi diberi”

Maka,kalau hati kita juga berharap mendapatkan upah, maka ingatlah bahwa Alloh mengetahui isi hati kita !

Bagaimana kita tidak berharap, kalau kita tidak ada penghasilan lain dari selain berceramah……
Bisakah kita membohongi Alloh?

Maka,mari kita luruskan niat hati kita.
Kita berdakwah, kita berceramah, mengajar ngaji, semua untuk tujuan Akhirat.
Sedang untuk keperluan rumahtangga kita, marilah kita cari dari bekerja selain Agama.
MAUKAH KITA WAHAI PARA USTADZ,KYAI DAN PARA DAI PROFESIONAL ???

JUGA MAUKAH KITA WAHAI PARA AMATIR, UNTUK BERDAKWAH WALAUPUN ILMU KITA MASIH SEDIKIT???

Insaalloh cukup sekian,kurang lebihnya kami minta maaf

Alhamdulillah jazakumullohu khoiro
Wassalamu alaikum Wr Wb
Ustadz Muslim Alfarizi

Konsultasi Alquran dan Hadis
Sms 087875806619
Insaalloh dibalas(mohon sabar antri)


Responses

  1. […] AMAR MARUF NAHI MUNKAR/DAKWAH. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: