Oleh: desaakhirat | 02/06/2013

NASIHAT UNTUK BAPAK-BAPAK/PARA SUAMI (PENGAJIAN KESATU)

Assalamu alaikum Wr Wb

Para bapak-bapak yang dimulyakan oleh Alloh……..

Di dalam sebuah Hadis,Rosululloh SAW bersabda:

“Arrijalu kowwamuna alannisa”

Artinya:
“Laki-laki adalah pemimpin atas perempuan”

Jadi , bapak-bapak adalah pemimpin didalam Keluarganya.
Bapak-bapak adalah kepala rumah tangga masing-masing.

Maka sebagai kepala atau pemimpin, maka bapak-bapak harus bisa membawa perahu keluarga ini berjalan lurus menuju tempat yang di cita-citakan, yaitu Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warrohmah.

Dengan terbentuknya Keluarga Sakinah, Mawaddah,Warrohmah, maka tujuan Akhir kita semua yaitu masuk Surga selamat Dari Neraka akan mudah kita capai bersama.

Di Surat At Tahrim :6 Alloh mewanti-wanti kepada Bapak-Bapak semua:

“Ya ayyuhalladhina-amanu ku anfusakum wa-ahlikum naron”

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kamu dan keluargamu dari Neraka”

Bapak-bapak yang dimulyakan oleh Alloh………

Jadi tugas utama bapak-bapak adalah membawa perahu keluarga ini untuk bisa mendarat selamat kedalam Surga selamat dari Neraka.

KENAPA HARUS BAPAK-BAPAK ?
KARENA BAPAK-BAPAKLAH YANG DIBERI KEWAJIBAN LANGSUNG OLEH ALLOH DAN ROSUL UNTUK MERAMUT/MENGURUS KELUARGA, LEWAT SABDA ROSUL SAW DIHADIS BUKHORI:

“…warrojulu roin ala ahli baitihi wahuwa mas-ulun an roiyyatihi…”

Artinya:
“…setiap orang lelaki adalah penggembala atas semua anggota keluarganya. Dan besok dia akan ditanya tentang hasil gembalaannya/ ramutannya…”

Selanjutnya Rosululloh SAW bersabda:

“…setiap anak adalah ibarat kertas putih.terserah orang tuanya mau menulis merah atau hitam dikertas tersebut. Bahkan orang tuanya bisa menjadikan anak jadi yahudi, majusi atau Nasrani..”

Inilah tugas bapak-bapak. Mendidik,meramut dan menjaga anggota keluarganya masing-masing.

Agar mendapatkan hasil yang baik dan benar, tentu saja Bapak-bapak harus mencontoh amalan -amalan atau tingkah laku Rosululloh SAW dalam menahkodai perahu keluarga Beliau.

Di surat Al Akhzab:21 Alloh berfirman:

“Laqod’ kana firosulillahi uswatun khasanah liman kana yarjulloha wal yaumal akhir….”

Artinya:
“Sesungguhnya di dalam diri Rosullulloh SAW adalah Tauladan yang Baik bagi orang-orang yang berharap bertemu Alloh dan hari akhirat…”

Marilah kita perhatikan tingkah laku beliau Rosululloh SAW sebagai kepala Keluarga serta dalil-dalil yang berhubungan dengan kewajiban Suami kepada Istri dan Keluarganya:

1.Sabda Rosululloh SAW di Hadis Ibnu Majah:

“Sebaik-baiknya kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yang paling baik pada keluargaku”

2.Firman Alloh di surat Annisa:19

“Dan pergauilah (bergaullah) mereka dengan baik ”

3.Firman Alloh di surat Albaqoroh :233

“Dan kewajiban ayah adalah memberi makan dan pakaian kepada Istrinya dengan ma’ruf ”

3.Sabda Rosul SAW d Hadis Muslim:

“Kewajiban kalian pada Istri adalah memberi mereka nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf ”

4.Firman Alloh di surat At Tolaq: 7

“Maka orang yang mampu, hendaknya memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya ,supaya memberi nafkah dari harta yang diberikan Alloh pada nya. Alloh tidak menanggungkan beban kepada seseorang melainkan sebatas apa yang Alloh berikan padanya”

5.Firman Alloh di Surat Al Baqoroh :236

“Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya pula ”

6.Sabda Rosul SAW di Hadis Abu Dawud:

“Berilah makan sebagaimana engkau makan, berilah pakaian sebagaimana engkau berpakaian. Dan engkau tidak memukul Istrimu di wajahnya dan engkau tidak menjelek-jelekkan nya…”

Bapak-bapak yang dimulyakan oleh Alloh…….

Dari beberapa dalil diatas, jelas sudah apa kewajiban bapak-bapak kepada Istrinya, kepada anak-anaknya, kepada Keluarganya.

Garis besarnya, ada tiga kewajiban utama yang harus dipenuhi oleh kepala keluarga:

PERTAMA:

Bapak-bapak memberi contoh dan sekaligus mengajak semua anggota keluarga untuk rajin beribadah menjalankan syariat Islam berdasarkan Alquran dan Hadis.

Intinya adalah menjaga diri dan keluarga dalam urusan AKHIRAT.

Bapak-bapak bekerjasama dengan Istri untuk menumbuhkan di dalam keluarga budaya cinta pada Alloh dan Rosul, cinta pada Alquran dan Hadis , yang diwujudkan dengan hobi membaca Alquran, hobi mengaji, hobi sholat berjamaah di masjid, hobi sodaqoh, hobi infak hobi berdhikir ,dan hobi- hobi beramal sholeh lainnya.

Disinilah peran bapak-bapak menjadi sangat dibutuhkan.
Jika ada anggota yang enggan atau malas beribadah, maka bapak-bapaklah yang harus rajin mengingatkan dan bernasihat.

Maka tidak bisa tidak, seorang bapak yang baik harus banyak menguasai ilmu Agama sehingga bisa menjadi bahan untuk menasihati anggota keluarganya.

Tentu saja Bapak-bapak tidak boleh hanya menyuruh istri dan anggota keluarga saja ,tapi juga harus memberikan contoh
,Panutan untuk bersama-sama hobi mencintai Alloh dan Rosul.

KEDUA

Bapak-bapak berkewajiban mencukupi kebutuhan keluarga, yaitu mencukupi makanan, pakaian ,tempat tinggal dan kebutuhan lainnya sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Inilah yang disebut memenuhi kebutuhan DUNIA nya.

Maka bapak-bapak tidaklah boleh bermalas-malasan dalam bekerja mencari nafkah untuk keluarganya.
Karena, bekerja untuk keluarga itu adalah sama dengan beribadah.

KETIGA:

Bapak-bapak yang dimulyakan oleh Alloh……

Dalam menjalankan kewajiban sebagai kepala atau imam keluarga, hendaknya kita juga mencontoh kelembutan sifat Rosululloh SAW.

Dalam mengarungi bahtera keluarga,kadangkala ada pasang surut,ada gelombang bahkan ada karang yang menghadang laju perahu keluarga.

Hendaknya bapak-bapak bisa bersikap sebijaksana mungkin,selembut mungkin dan sesopan mungkin.

Jangan suka bersikap keras,otoriter kepada anggota keluarga kita.

Senakal apapun anak kita, seberat apapun kesalahan istri kita, hendaknya kita sebisa mungkin menggunakan pendekatan Rosululloh, yaitu berbicara yang baik,bernasihat yang lembut dan ber marah secara ma’ruf.

Janganlah sekali-kali kita mengikuti hawa nafsu, seperti berkata-kata kasar, mencacimaki, menghujat maupun memukul istri atau anak kita.

Sebesar apapun kesalahan, marilah kita hadapi dengan hati yang tenang dan fikiran jernih , berniat untuk mencari solusi agar kejadian tersebut bisa diselesaikan dan tidak terulang lagi dimasa mendatang.

Kita bernasihat yang baik, kita tunjukkan bahwa itu tidak benar, itu kurang benar dan itu salah menurut agama.

Selanjutnya kita bernasihat pula sembari menunjukkan yang benar menurut agama.

Insaalloh kalau kita bersifat islami seperti itu, segala masalah dalam keluarga akan bisa diselesaikan dengan baik.
Dan istri serta anak-anak kita akan semakin hormat dan sayang kepada Bapak sebagai imam yang bijaksana.
Imam yang bisa ngemong, membawa dan membimbing perahu keluarganya keluar dari masalah untuk menuju pulau yang dicita-citakan bersama yaitu Keluarga Sakinah,mawaddah ,warohmah, bahagia dunia akhirat, hidup mulya di dunia dan mati masuk Surga !

Insaalloh cukup sekian,kurang lebihnya kami minta maaf

Alhamdulillah jazakumullohu khoiro
Wassalamu alaikum Wr Wb
Ustadz Muslim Alfarizi

Konsultasi Alquran dan Hadis
Sms 087875806619
Insaalloh dibalas(mohon sabar antri)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: