Oleh: desaakhirat | 24/02/2014

KERUSAKAN/FITNAH DI AKHIR ZAMAN

Assalamualaikum Wr Wb
Saat ini bukan rahasia umum lagi jika kebanyakan saudara-saudara islam kita mengalami kesulitan yg luar biasa dalam mempertahankan keimanan nya.jaman yang semakin maju ini,selalu diikuti dengan “semakin majunya ” seytan dalam menggoda manusia agar semua manusia tersesat dari jalan Alloh,sehingga bisa menemani seytan dan iblis masuk ke neraka kelak.

Sebagaimana diterangkan di dalam sebuah hadis bahwa saat terjadi dialoq antara iblis dengan Rosululloh SAW, iblis mengatakan bahwa dia mempunyai anak turun yang berjumlah puluhan ribu dan masing masing anak turun punya bala tentara yang berjumlah puluhan ribu pula.dan setiap seytan punya tugas masing-masing untuk menggoda manusia sesuai dengan tingkat /derajat manusia.ada seytan yang khusus menggoda ulama, ada yang menggoda anak-anak, ada yang menggoda orang tua, ibu rumah tangga.
Jadi kalau orang itu mubaligh atau ustadz misalnya, maka yang ditugaskan untuk menggoda mereka adalah seytan yang “kualitasnya” setara dengan ustadz atau mubaligh pula !

Makanya tidak heran jika banyak sekali manusia yang tergoda seytan, siapapun dia.
Mari kita perhatikan , diantara mereka yang tergoda seytan itu :
Ada seorang ustadz bahkan kyai yang sangat terhormat tiba-tiba ditangkap polisi karena mencabuli atau bahkan men zinahi murid atau santrinya sendiri !

Ada seorang kyai terhormat yang ditangkap polisi gara-gara korupsi milyaran rupiah .

Ada seorang pak haji yang dihormati,tiba-tiba tersangkut perselingkuhan dengan wanita lain.

Dan masih banyak lagi contoh lain nya.

Kenapa mereka ,orang-orang yang hebat ilmu agamanya bisa berbuat maksiat yang sangat dibenci Alloh ?

Jawabannya hanya satu:
Adalah hasil dari godaan seytan dan iblis yang terus mencari teman sebanyak-banyaknya untuk “menyerbu neraka “.

Kalau mereka saja,orang-orang yang berilmu agama tinggi bisa tergoda,lalu bagaimana dengan kita-kita yang ilmu agamanya pas-pasan ???

Inilah jaman akhir yang paling ditakuti oleh Rosululloh SAW ,dikarenakan pada jaman ahir tersebut akan banyak fitnah yang menakutkan bagi orang iman,seperti sabda Rosululloh SAW di Hadis Muslim:

“Badiru bil a’mali.kakitoil lailil mudh limi .yus bikhu rojulun mu’minan wayumsi kafiron ,au yumsi mu’minan wayusbikhu kafiron.yabiu dinahu biarodin minad dun-ya”

Artinya:
“Cepat-cepatlah kalian dengan beramal,sebelum datang nya jaman fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita.pagi hari seorang lelaki masih iman,tapi sorenya sudah kafir, atau sorenya masih iman tapi paginya sudah kafir. Lelaki tersebut MENJUAL agama nya dengan harta dunia “

Kalau seorang juru hukum menghukumi suatu perkara bukan berdasarkan Alquran dan hadis tapi karena sogokan/ suap, maka itu lah MENJUAL agama.

Kalau seorang ustadz berceramah untuk uang /imbalan dunia, maka itulah MENJUAL agama.

Kalau seorang mubaligh membacakan ayat-ayat Alquran karena imbalan uang, maka itulah MENJUAL agama.
Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Karena jaman akhir yang semua nya berkiblat pada uang,bahkan kita beribadah karena berharap upah dunia, kita ceramah karena berharap uang, kita mengajarkan ayat-ayat Alquran karena ingin imbalan harta, kita mengajarkan beberapa hadis hanya agar kita diberi upah dunia, maka itulah yang menyebabkan keimanan kita keropos.
Iman kita tidak ada pondasinya, karena semua ibadah kita tidak karena Alloh tapi hanya karena dunia.

Sehingga saking keroposnya iman kita, sampai-sampai kita gampang sekali terpengaruh oleh seytan yang terus menerus menggoda manusia.
Akibat lemahnya iman ini, tiba-tiba saja kita bisa murtad dari agama islam ini sebagaimana dalil diatas.
Hal ini diperjelas lagi dengan sabda rosululloh SAW di hadis Abu Dawud:

Oleh: desaakhirat | 05/02/2014

KEWAJIBAN ORANG TUA MERAMUT/MENDIDIK ANAK NYA

Assalamualaikum Wr Wb

Meskipun sebelumnya kami sudah menulis dua nasihat tentang tugas orang tua,yaitu berjudul “KELUARGA SAKINAH,MAWADDAH WARROHMAH” dan “TUGAS SEORANG AYAH”, Tugas dan kewajiban orangtua sangatlah penting untuk terus dinasihatkan agar kita selalu ingat betapa pentingnya tugas itu untuk keharmonisan keluarga kita didunia dan lebih2 untuk keberhasilan keluarga kita di masa depan yaitu masuk surga yang kita cita-citakan.

Di hadis Bukhori, Rosululloh SAW bersabda:

“….warrojulu roin ala ahli baitihi wahuwa mas ulun an roiyyatihi.wal mar atu roiyyatun ala ahli baiti zaujiha wawalidihi wahiya mas ulatun anhum…”

Artinya:
“…bapak adalah penggembala bagi semua anggota keluarganya dan nanti akan ditanya (diminta pertanggung jawabannya) atas gembalaannya itu.dan istri adalah penggembala bagi anggota keluarga nya ,dan nanti dia akan ditanya atas gembalaannya itu…”

Di surat At tahrim :6 ,Alloh berfirman:

“Ya ayyuhalladhina amanu qu anfusakum wa ahlikum naron…”

Artinya:
“Wahai orang iman ,jagalah dirimu dan keluargamu dari neraka…”

Marilah kita perhatikan sabda Rosululloh SAW di Hadis Abu Dawud :

“Muru auladakum bissolati wahum abnau Sab’i sinina,wad ribuhum alaiha wahum abnau asrin.wafarriku bainahum fil madoji-i “

Artinya:
“Perintahkanlah anak kalian untuk sholat saat masuk usia 7 tahun.dan jika berumur 10 tahun dia tidak mau sholat,maka pukullah(yang tidak merusak/hanya sebagai pelajaran),dan pisahilah tempat tidur mereka(tidak boleh tidur seranjang dg anak yg beda kelamin dg ortu nya saat sudah usia 10 th keatas)”.

Disinilah kita sebagai orangtua harus mendidik anak-anak kita sejak usia dini untuk mengenal sholat dan ibadah lainnya. Karena saat usia dinilah mereka akan mudah menyerap pelajaran2 dan kebiasaan-kebiasaan tersebut.

Kalau mereka sudah besar baru diajari sholat dan ibadah lainnya,maka sudah terlambat,dan akan menjadi susah untuk diterapkan.

Rosululloh SAW bersabda di Hadis Bukhori:

“Kullu mauludin yuladu alal fitroh.fa abawahu yuhawwidanihi au yunassironihi au yumajjisanihi…”

Artinya:
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Maka kedua orangtua nya lah yang menjadikan mereka menjadi orang yahudi,nasrani atau majusi…”

Sangat luar biasa peran orangtua !.
Semua tergantung orangtua.

Dihadis yang lain,Rosululloh SAW bersabda:

“Anak itu sebagaimana kertas putih.tergantung orangtua nya mau menulisi hitam atau merah kepada anak tersebut…”

Jadi ?
Mari kita ajari,
Mari kita bimbing,
Mari kita arahkan,
Semua anak-anak kita ke jalan Alloh,jalan yang lurus ,jalan ke arah Surga.

Bagaimana caranya?
Tentu saja kita sebagai orang islam harus mengikuti cara-cara yang diterapkan oleh panutan kita yaitu Rosululloh SAW dalam mendidik/meramut keluarga beliau, sebagaimana yang ditegaskan oleh Alloh di surat Al ahzab:21

“Laqod kana lakum firosulillahi uswatun khasanah liman kana yarjulloha wal yaumal akhir..”

Artinya:
“Sungguh Rosululloh adalah panutan bagi kalian yang berharap bertemu Alloh dan hari akhir..”

Maka mari kita perhatikan beberapa sabda Rosululloh SAW lainnya dalam masalah meramut dan mendidik anak-anak dan anggota keluarga :

1.Sabda Rosul di Hadis Tobrani:

“Ainu auladakum alal birri…”

Artinya:
“Menolonglah pada anak-anak kalian dalam urusan mengajari kebaikan…”

2.Sabda Rosul di Hadis Al hakim:

“Ma nakhala walidun waladahu afdola min adabin khasanin”

Artinya:
“Tidak ada pemberian orangtua kepada anaknya yang lebih utama selain memberi pelajaran akhlakul karimah kepada anaknya “

3.Di hadis Tirmidhi,Ibnu Abbas bercerita bahwa saat dia ada dibelakang Nabi,Nabi berkata kepada anak kecil :

“Wahai bocah,mari aku ajari kamu.” Jagalah Alloh,maka Alloh akan selalu menjagamu, jika kamu ingin minta, maka mintalah kepada Alloh.dan jika kamu butuh pertolongan, maka minta tolonglah kepada Alloh..”

4.Di Hadis Bukhori, sahabat Umar bin abi salamah bercerita bahwa saat itu dia masih bocah kecil,dan saat akan makan, rosululloh bersabda:

“Wahai anak, bacalah dulu bismillah lalu makanlah dengan tangan kanan mu…”

Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang diberikan oleh Rosululloh SAW kepada kita sebagai orangtua dalam mendidik putra-putri kita di jalan Alloh,sehingga putra-putri kita menjadi anak-anak yang terlatih dalam kehidupan beragama yang sangat bermanfaat bagi mereka ,baik dunia maupun akhirat.

Dan bagaimana kalau kita,orangtua malas atau enggan untuk mendidik putra-putri kita dalam urusan agama?

Ini yang sangat bahaya,baik bagi anak-anak kita maupun bagi kita orangtua sendiri.

Bagi anak-anak,jelas akan jauh dari agama,jauh dari akhlakul karimah dan jauh dari beribadah kepada Alloh.
Hati mereka jadi keras, susah diingatkan dan bahkan bisa keluar dari agama islam !

Lalu bagaimana dengan orangtua???.
Di Hadis Nasai,Rosululloh SAW bersabda:

“Ada 3 orang yang kelak dihari kiamat Alloh tidak sudi melihat mereka.1.anak yang melukai orangtua, 2.wanita yang berhias seperti lelaki, 3.orangtua yang dayus,yaitu membiarkan anaknya ,tidak mendidik anak2nya dalam beribadah kepada Alloh “

Maka,marilah kita ikuti tuntunan kita yaitu Alquran dan Hadis ,untuk mendidik putra-putri kita di dalam kebenaran ,mengarahkan mereka untuk rajin beribadah kepada Alloh, mengajari mereka mengaji Alquran dan Hadis, mulai bacaan nya, makna dan artinya Alquran dan hadis serta bersama-sama mengamalkan semua yang ada di dalam Alquran dan Hadis, agar kita bisa bahagia didunia dan mati masuk surga yang kita cita-citakan bersama. Amin.

Insaalloh cukup sekian,kurang lebihnya kami minta maaf.

Alhamdulillah jazakumullohu khoiro
Wassalamualaikum wr wb
Ustadz Muslim Alfarisi

Konsultasi Alquran dan Hadis
087875806619
Insaalloh dibalas(sabar antri)

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.